Langsung ke konten utama

PERUBAHAN ITU PERLU

Bertepatan pada hari ahad 17 Juni 2012, saga the revolutioner atau santri ikhwan angkatan 15, resmi melepas keluh kesahnya sebagai santri Husnul Khotimah lewat acara akbar yang di gelar di lapang basket putra ponpes dan di hadiri oleh rekan rekan alumnus, para wali santri, juga sejumlah tamu undangan. Haflatul Ikhtitam. Acara yang berdurasi sekitar 420 menit berlangsung secara efektif dan merupakan acara puncak dari perjalanan panjang yang di lalui oleh STR, pasalnya telah banyak cerita yang di teladani selama hidup 4 sampai 6 tahun menuntut ilmu. Tak heran jika para alumni berderai air mata. semua nya berakhir dengan indah, husnul khotimah.

Pecahkan Sejumlah Rekor
Mengakhiri masa-masa penuh suka duka,tak luput pula oleh torehan yang dituai para revolutioner 15.
sejumlah rekor terpecahkan sekaligus menjawab dari pernyataan bahwa "perubahan itu perlu". Rekor yang paling prestisius adalah total kelulusan alumni angkatan 15 putra maupun putri adalah 98% dan terbaik dari tahun tahun sebelumnya. Selanjutnya adalah kelulusan 100% tahfidzul qur'an kelas XII IPS yang di perkirakan terbaik dalam sejarah Husnul Khotimah. Disusul oleh rekor terbanyak santri yang lulus dalam tes tes di PTN, PTS, dan PTLN. Belum habis sampai disitu, torehan rekor selanjutnya adalah jumlah perolehan trofi atau juara juara di ajang lomba-lomba baik akademik maupun non akademik paling bergengsi selama perguliran periode 2010-2012. Generasi pertama santri yang mampu menembus dapur rekaman. Almamater jaket pertama kelas dan masih banyak lagi rekor yang belum terangkum. Sudahkah terjawab bahwa perubahan itu perlu? kalian yang simpulkan. demikian laporan terkini 2012. Wassalam..


Sumber : http://salahgaul.com/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Repost: 'Jadi Santri Harus Berani'

"Bukan, hidup bukan tentang lemparan dadu. Tapi peluang-peluang yang mungkin itu diciptakan atas dasar keberanian." Lukisan cat cair Galih Pranata saat menjadi ketua pelaksana Pesantren Kilat di MTsN 1 Pusakanagara (dokumentasi pribadi) M aret 2025 lalu, penerbit merayakan novel bertajuk Bunga di Hari Lalu yang kutulis telah terjual ratusan eksemplar. Di samping itu, Managing Chief Editor National Geographic Indonesia, Mahandis Yoanata Thamrin memberi apresiasi atas produktifitas dalam menulis sejumlah artikel. Kata teman-teman redaksi sih , jumlah artikel yang sudah kuterbitkan selalu berkejaran dengan rekor gol megabintang sepak bola, Cristiano Ronaldo. Di mana telah kuterbitkan 931 artikel sejak Agustus 2021, sedangkan Cristiano telah mencatat 933 gol setelah kemenangan Al Nassr atas Al Riyadh (13/04/2025). Namun, dari sejumlah perayaan yang dinikmati. Hanya rasa syukur yang kembali membawaku pulang pada ingatan masa lewat. Ingatan tentang seorang ini bertumbuh dari sebuah...

Indonesia Bisa Senyum Lagi?

Masih adakah pejuang bangsa ini? Jauh perjuangan mereka para pahlawan bangsa berkorban habis habisan demi memperjuangkan kemerdekaan negara kaya berdaulat Indonesia. mereka terkubur dalam ketenangan dan darahnya menyuburkan tanah bumi pertiwi. tidak akan pernah tenggelam matahari menyinari tanah ini, sampai pada masanya perjuangan pahlawan negara kembali. lihat negeri kita kini, punya banyak limpahan alam namun hanya sedikit menguntungkan, para pejabat negara yang kerjanya foya foya, akhlak para penerus bangsa yang umurnya habis dibunuh narkoba, yang semangatnya runtuh di hantam kehancuran, hanya menunggu waktu negeri kita hilang di hantam  zaman yang namanya di ambang kehancuran. Bagaimana ini kembali? masih adakah pejuang yang darahnya kembali menyuburkan tanah ini, pejuang yang mengorbankan senyumannya untuk anak cucunya di masa depan nanti? pejuang yang mengusir penjajah penjajah berperut buncit? Biar harapan kami menggantung jauh di atas langit, hanya waktu yang ...

Dinamika Perjalanan: Cinta dan Tulisan (bagian 1)

Sudah sekian lama, ya.  Jika saja blog ini sebuah buku, pasti sampulnya sudah dipenuhi debu.  Fotoku di Malioboro sekira medio 2015 ( dokumentasi pribadi ) Aku ingin sekali meminta maaf padamu, blog lama ku.  Tau kau, wahai blogku? Hari ini, sudah tahun 2023, di mana aku meninggalkan kegemaranku menulis di blog ini sejak 2012 silam. Ya, hampir 11 tahun sudah. Bilalah barang elektronik, mati sudah mesinnya, tak pernah dihidupkan barang semenit.  Dalam kepergian sementara ku itu, aku melalui banyak dinamika perjalanan. Perjalanan panjang di mana aku meniti kehidupan yang lebih nyata, aral yang berarti, dari suka duka yang kulalui, hingga menemukan tambatan hati. Hilang sudah kegalauan cinta darah pemuda, sudah berganti menjadi "jiwa sang ayah" entah sejak kapan. Mungkin saja sejak beristri, dan miliki anak satu. Yang jelas, tahun 2023 adalah waktu yang cukup panjang untuk mengisahkan banyak hal yang aku lewati. *** Terakhir kali menghias blog ini, hidupku di kelilingi ...

Music