Langsung ke konten utama

Apa Itu Bhagavad Gita?

Bhagawadgita (Bhagavad Gita) adalah sebuah bagian dari Mahabharata yang termasyhur, dalam bentuk dialog yang dituangkan dalam bentuk syair. Dalam dialog ini, Kresna, kepribadian Tuhan Yang Maha Esa adalah pembicara utama yang menguraikan ajaran-ajaran filsafat vedanta, sedangkan Arjuna, murid langsung Sri Kresna yang menjadi pendengarnya. Secara harfiah, arti Bhagavad-gita adalah "Nyanyian Sri Bhagawan (Bhaga = kehebatan sempurna, van = memiliki, Bhagavan = Yang memiliki kehebatan sempurna, ketampanan sempurna, kekayaan yang tak terbatas, kemasyuran yang abadi, kekuatan yang tak terbatas, kecerdasan yang tak terbatas, dan ketidakterikatan yang sempurna, yang dimiliki sekaligus secara bersamaan).
Syair ini merupakan interpolasi atau sisipan yang dimasukkan kepada "Bhismaparwa". Adegan ini terjadi pada permulaan Baratayuda, atau perang di Kurukshetra. Saat itu Arjuna berdiri di tengah-tengah medan perang Kurukshetra di antara pasukan Korawa dan Pandawa. Arjuna bimbang dan ragu-ragu berperang karena yang akan dilawannya adalah sanak saudara, teman-teman dan guru-gurunya. Lalu Arjuna diberikan pengetahuan sejati mengenai rahasia kehidupan (spiritual) yaitu Bhagawadgita oleh Kresna yang berlaku sebagai sais Arjuna pada saat itu.
Seperti diketahui kitab Bhagavad Gita yang ditulis + 5000 tahun yang lalu adalah sari kitab Weda yang mengandung terutama ajaran kerohanian tentang betapa seseorang seharusnya menyembah kepada Tuhan yang maha esa serta betapa pula seharusnya manusia itu menjalankan hidupnya dengan budi pekerti luhur terhadap sesamanya dan juga terhadap mahluk ciptaan Tuhan lainnya. Pendek kata ajaran dalam Bhagavad Gita ini berisi tentang kesempurnaan hidup yang kesemuanya disampaikan dalam bentuk dialog antara Krsna dan Arjuna di medan pertempuran Kurukseta sebelum terjadi perang Bharatayuddha dimulai.
Bhagavad Gita ini diturunkan melalui utusannya yang sangat dipercaya yaitu Vyasa yang juga penulis kitab Mahabharata. Ia adalah seorang Wiku yang sangat taat menjalankan ajaran agamanyadan pengabdiannya pada Tuhan. Bagi Vyasa yang terpenting dalam hidup ini adalah bagaimana supaya Tuhan memperkenankan dirinya sebagai alat, wahana, wadah oleh Tuhan, sehingga hidupnya senantiasa selalu berada di jalan yang dikehendaki Tuhan, Pendek kata hidupnnya benar-benar hanya pengabdian pada Tuhan yang maha esa.
Bhagavad Gita, secara singkat, merupakan kitab yang menceritakan ketika Krsna memberikan wejangan kepada Arjuna yang ketika itu sedang memimpin perang Kurukseta, namun pada waktu itu ada keraguan dalam diri Arjuna sehingga Krsna memberikan pada Arjuna suatu dorongan spiritual agar keraguan yang ada dalam diri Arjuna dapat terkikis habis. Adapun dorongan itu berupa ajaran-ajaran tentang Tuhan, tentang manusia dan bagaimana manusia seharusnya hidup dan bagaimana manusia dapat mencapai kesempurnaan hidup.
Bhagavad Gita untuk pertama kali disabdakan pada dewa matahari lalu dewa matahari itu menjelaskan sistem itu pada Manu (manusia pertama), lalu Manu menjelsakan pada Iksvaku. Dengan cara demikian, melalui garis perguruan, dari satu orang yang bersabda kepada orang lain yang mendengar, sistem yoga ini telah turun temurun. Tetapi untuk beberapa lama Bhagavad gita ini hilang, karena itu Krsna harus mensabdakannya kembali melalui Arjuna di medan peperangan.
Arjuna dipilih oleh Krsna karena Arjuna adalah penyembah yang dianggap kawan. Ada beberapa tingkatan dalam melihat hubungan seorang hamba dengan Tuhannya, yaitu : (Sri Srimad,2000,4)
1.          Seseorang dapat menjadi penyembah dalam keadaan pasif
2.          Seseorang dapat menjadi penyembah dalam keadaan aktif
3.          Seseorang dapat menjadi penyembah sebagai kawan/ sahabat
4.          Seseorang dapat menjadi penyembah sebagai ayah atau ibu
5.          Seseorang dapat menjadi penyembah sebagai kekasih.

Bhagavad Gita adalah ajaran yang khusus dimaksudkan untuk penyembah Tuhan. Ajaran Bhagavad Gita sempat terputus dan melahirkan tiga golongan rohaniawan yaitu Jnani (orang yang tidak mengakui bentuk pribadi Tuhan), Yogi (orang yang bersemedi), dan Bhakta (seorang penyembah). Karena hal inilah maka Krsna memutuskan untuk membentuk jalur perguruan baru yang dinamakan Pramapara yang merupakan penyambungan kembali ajaran Bhagavad Gita seperti yang telah diturnkan melalui dewa matahari pada yang lainnya. Diharapkan Arjuna dapat menjadi penyeru ajaran Bhagavad Gita karena Arjuna merupakan penyembah Tuhan, seorang murid Krsna dan juga kawan akrab Krsna. Maka dari itu Bhagavad Gita hanya dapat dipelajari dan dipahami oleh manusia yang percaya dan menyembah Tuhan, karena begitu manusia menyembah Tuhan maka ia mempunyai hubungan langsung dengan Tuhannya. Bhagavad Gita tidak mungkin diturunkan melalui manusia biasa karena dalam diri manusia biasa mempunyai empat kekurangan yang dapat membahayakan penyampaian sabda Tuhan, yaitu pertama, orang biasa pasti berbuat kesalahan, kedua, selalu berkhayal, ketiga, cenderung menipu orang lain dan keempat, mereka dibatasi oleh indera-indera yang kurang sempurna.
Setelah mendengar ajaran yang disampaikan Krsna maka Arjuna mengakui dan menyebut Krsna sebagai para brahman atau Brahman yang paling agung atau dapat dikatakan pula sebagai kepribadian tuhan yang agung, dan juga sebagai Param dhama atau sebagai tempat berlindung atau sebagai tempat tinggal yang paling utama. Krsna juga sebagai Pavitram yang berarti maha suci, dan ada beberapa sebutan untuk mewakili Krsna sebagai pribadi Tuhan yaitu Purusam (kepribadian yang paling utama yang menikmati segala sesuatu), Sasvatam (asli), divyam(rohani), adi-devam(kepribadian Tuhan yang maha esa), ajam (tidak dilahirkan), dan vibhum (yang maha besar).
Untuk memahami ajaran Bhagavad Gita ini manusia harus benar-benar yakin bahwa Krsna adalah Tuhan yang maha esa dan menyerahkan diri sepenuhnya pada-Nya. Manusia harus menerimanya dengan jiwa bhakti, jika tidak demikian akan sulit sekali untuk mengungkapkan rahasia yang mulia ini.
Bhagavad Gita adalah ajaran yang berisi ajaran untuk menyelamatkan manusia dari kebodohan kehidupan material. Setiap manusia mengalami kesulitan dibanyak hal, semua penuh kecemasan karena kehidupan material. Kehidupan kita berada dalam suasana ketiadaan, Sebenarnya tidak dimaksudkan agar kita diancam ketidan, Eksistensi manusia sifatnya kekal, tetapi bagaimanapun juga kita ditempatkan dalam asat (menunjukkan sesuatu yang tidak ada). Hanya sedikit manusia yang mulai mepertanyakan kedudukan mereka, siapa diri mereka, mengapa mereka ada dan sebagainya dan manusia semacam inilah yang dapat menerima ajaran Bhagavad Gita, karena kehidupan manusia baru dimulai saat muncul pertanyaan ini.
Adapun mata pelajaran yang ada dalam Bhagavad Gita ada lima yaitu, pertama, ilmu pengetahuan tentang Tuhan yang berarti kepribadian yang mengendalikan (Isvara). Kedua, tentang kedudukan pokok mahluk hidup atau mahluk yang dikendalikan (Jiva), ketiga, tentang Prakrti (alam material). Keempat, Kala (waktu) dan kelima adalah Karma ( kegiatan).
Alam material tidak bebas, alam material bertindak dibawah kekuasaan Tuhan. Krsna mempertegas hal ini dengan mengatakan bahwa alam material ini bekerja dibawah pengendalian-Ku. Apabila kita melihat hal-hal yang ajaib terjadi dalam alam semsta, hendaknya kita mengetahui bahwa dibelakang manifestasi alam semesta ada kepribadian yang mengendalikan alam semsta itu. Tidak mungkinkiranya sesuatu terjadi tanpa sebab.
Para Jiva merupakan bagian dari diri Tuhan yang mempunyai sifat yang sama dengan Tuhan. Hal ini diungkapkan dengan perumpamaan sebutir emas juga emas, setetes air laut juga asin. Dapat dikatakan bahwa Jiva atau mahluk hidup merupakan isvara-isvara kecil yang tunduk atau takluk.
Mahluk hidup itu juga dapat dimasukkan dalam prakrti yang utama, karena prakrti ada berbagai tingkatan dan mahluk terutama manusia termasuk prakrti yang utama. Seperti sudah diungkapkan bahwa Jiva atau mahluk hidup itu termasuk isvara kecil dan juga prakrti yan utama tentunya jiva memiliki kesadaran, dan hal inilah yang membedakan prakrti utama dengan prakrti lainnya yang tidak sadarak akan keberadaannya, namun kesadarannya itu tidak sempurna karena kesadarannya itu terbatas, berbeda dengan kesadaran yang dimiliki oleh Isvara, yang mempunyai kesadaran penuh. Alam material atau prakrti mempunyai tiga sifat yaitu sifat kebaikan (sattvam), sifat nafsu (rajas), dan sifat kebodohan (tamas). Diatas tiga sifat tersebut ada waktu yang kekal dan kegiatan yang disebut karma yang terjadi karena gabungan sifat-sifat alam itu di bawah pengendalian dan pengawasan waktu yang kekal, jadi karma adalah suatu hasil yang kita rasakan setelah perbuatan yang kita lakukan dimasa lampau, baik itu berakibat baik maupun berakibat buruk.
Kelima hal diatas (Isvara, Jiva, Prakrti, Kala) merupakan hal yang kekal adanya, lain halnya dengan manifestasi dunia ini bersifat sementara namun diakui sebagai sesuatu yang nyata, yang benar-benar ada. Manifestasi dunia ini mengalami siklus yang terus berganti, kekekalan dunia ini terletak pada siklus pergantian tersebut. Lain hal nya dengan karma sifatnay tidak kekal hal ini dikarenakan karma adalah akibat perbuatan dari masa lampau, dan kita dapat merubah karma itu dengan penyempurnaan pengetahuan yang kita miliki.
Dalam Bhagavad Gita dijelaskan juga tentang Reinkarnasi dikatakan bahwa dalam setiap jiva atau mahluk hidup bersemayam unsur Isvara yang memberi petunjuk pada manusia agar mereka hidup sesuai dengan apa yang diinginkan oleh tuhan. Namun terkadang manusia lupa apa yang harus mereka lakukan, pertama-tama mereka mengambil keputusan untuk bertindak dengan cara tertentu, kemudian dia terikat dalam tindakan dan reaksi dari karmanya sendiri. Setelah meninggalkan satu jenis badan, dia masuk ke dalam jenis badan yang lain seperti halnya kita mengenakan dan membuka pakaian. Selama sang roh berpindah-pindah seperti itu, ia menderita akibat tindakandan reaksi-reaksi kegiatannya dari dahulu. Kegiatan ini dapat diubah apabila mahluk hidup berada dalam sifat kebaikan, yaitu waras dan mengenai jenis kegiatan mana yang harus dilakukannya. Jika mahluk hidup berbuat seperti itu, maka segala tindakan dan reaksi kegiatannya dari dahulu dapat diubah. Hal ini yang menyebabkan karma itu tidak kekal. Seperti ditegaskan dalam Bhagavad Gita bahwa Siapapun yang meninggalkan badannya pada saat ajalnya, sambil ingat kepada-Ku, akan segera mencapai alam-Ku; kenyataan ini tidak dapat diragukan-ragukan. Atau dengan kata lain orang disaat akan meninggal berfikir akan bentuk Krsnapasti ia akan mendekati kerajaan Krsna.
Untuk mendekati atau memahami ajaran Tuhan maka kita harus mensucikan diri kita dari kehidupan material, karena dengan menghindarkan diri dari kehidupan material maka kita akan mencapai suatu kesadaranyang murni. Kegiatan yang sudah disucikan itu dinamakan sebagai Bhakti. Sebagai gambaran kesadaran yang cemar itu adanya keinginan untuk menguasai dan menikmati segala sesuatau yang ada didunia ini, dan kesadaran yang murni atau suci adalah keinginan untuk bekerjasama dalam melakukan penyembahan terhadap Tuhan yang maha esa.
Dengan Bhagavad Gita seluruh kehidupan kita akan disucikan dan akhirnya kita dapat mencapai tujuan di luar angkasa dunia ini, dan tujuan ini disebut sebagai sanatana atau angkasa rohani yang kekal. Hal ini bisa dipahami karena Jiva atau mahluk hidup sifatnya kekal, karena Tuhan atau Isvara itu kekal dan Jiva merupakan bagian atau memiliki unsur yang sama dengan Isvara maka iapun kekal. Maka sudah selayaknya yang kekal itu kembali kepada kekekalan itu sendiri. Dan kehidupan yang kekal itu disebut sebagai kehidupan yang suci. Sehingga stiap manusia akan mencapai suatu sanatana dharma yaitu suatu kewajiban untuk mengabdi kepada Tuhan yang kekal, kegiatan ini tidak dapat diubah, karena sanatana dharma itu tidak pernah berawal dan tidak pernah berakhir.

Tidak mengherankan bahwa pengabdian merupakan sesuatu yang selalu mengikuti setiap maluk hidup dan ketika mahluk hidup itu mencapai sanatana atau kekekalan maka pengabdian atau dharma itu juga menjadi kekal

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Repost: 'Jadi Santri Harus Berani'

"Bukan, hidup bukan tentang lemparan dadu. Tapi peluang-peluang yang mungkin itu diciptakan atas dasar keberanian." Lukisan cat cair Galih Pranata saat menjadi ketua pelaksana Pesantren Kilat di MTsN 1 Pusakanagara (dokumentasi pribadi) M aret 2025 lalu, penerbit merayakan novel bertajuk Bunga di Hari Lalu yang kutulis telah terjual ratusan eksemplar. Di samping itu, Managing Chief Editor National Geographic Indonesia, Mahandis Yoanata Thamrin memberi apresiasi atas produktifitas dalam menulis sejumlah artikel. Kata teman-teman redaksi sih , jumlah artikel yang sudah kuterbitkan selalu berkejaran dengan rekor gol megabintang sepak bola, Cristiano Ronaldo. Di mana telah kuterbitkan 931 artikel sejak Agustus 2021, sedangkan Cristiano telah mencatat 933 gol setelah kemenangan Al Nassr atas Al Riyadh (13/04/2025). Namun, dari sejumlah perayaan yang dinikmati. Hanya rasa syukur yang kembali membawaku pulang pada ingatan masa lewat. Ingatan tentang seorang ini bertumbuh dari sebuah...

PERUBAHAN ITU PERLU

B ertepatan pada hari ahad 17 Juni 2012, saga the revolutioner atau santri ikhwan angkatan 15, resmi melepas keluh kesahnya sebagai santri Husnul Khotimah lewat acara akbar yang di gelar di lapang basket putra ponpes dan di hadiri oleh rekan rekan alumnus, para wali santri, juga sejumlah tamu undangan. Haflatul Ikhtitam. Acara yang berdurasi sekitar 420 menit berlangsung secara efektif dan merupakan acara puncak dari perjalanan panjang yang di lalui oleh STR, pasalnya telah banyak cerita yang di teladani selama hidup 4 sampai 6 tahun menuntut ilmu. Tak heran jika para alumni berderai air mata. semua nya berakhir dengan indah, husnul khotimah. Pecahkan Sejumlah Rekor Mengakhiri masa-masa penuh suka duka,tak luput pula oleh torehan yang dituai para revolutioner 15.

Indonesia Bisa Senyum Lagi?

Masih adakah pejuang bangsa ini? Jauh perjuangan mereka para pahlawan bangsa berkorban habis habisan demi memperjuangkan kemerdekaan negara kaya berdaulat Indonesia. mereka terkubur dalam ketenangan dan darahnya menyuburkan tanah bumi pertiwi. tidak akan pernah tenggelam matahari menyinari tanah ini, sampai pada masanya perjuangan pahlawan negara kembali. lihat negeri kita kini, punya banyak limpahan alam namun hanya sedikit menguntungkan, para pejabat negara yang kerjanya foya foya, akhlak para penerus bangsa yang umurnya habis dibunuh narkoba, yang semangatnya runtuh di hantam kehancuran, hanya menunggu waktu negeri kita hilang di hantam  zaman yang namanya di ambang kehancuran. Bagaimana ini kembali? masih adakah pejuang yang darahnya kembali menyuburkan tanah ini, pejuang yang mengorbankan senyumannya untuk anak cucunya di masa depan nanti? pejuang yang mengusir penjajah penjajah berperut buncit? Biar harapan kami menggantung jauh di atas langit, hanya waktu yang ...

Music